Terjebak Friendzone? Ambil Sisi Positifnya Aja


Gue rasa dunia percintaan semakin kejam. Iya, kayaknya begitu. Kayaknya sudah menjadi rahasia umum kalau semakin banyak manusia gak bermoral yang cuma pengen menikmati tanpa memiliki, bahkan hamil di luar nikah semakin terdengar biasa aja. Belum lagi mereka yang meninggalkan kewajaran demi mendapatkan yang posisi kencingnya sama, dan jangan lupakan manusia-manusia bernasib malang yang terperangkap dalam status: teman. Bhak! Friendzone, tetap eksis tak termakan zaman.

Untuk masalah yang terakhir, friendzone, gue rasa gak perlu dijelasin lagi maksudnya. Gue yakin udah paham. Intinya, ya, lo cuma dianggap teman. Udah. Gitu aja. Gak ada lagi. Sedih, deh.

Kejam, kan?



Tapi tenang, gak selamanya terjebak friendzone itu menyakitkan, terkadang malah sangat menyakitkan. Nggak, maksudnya, iya, sih memang menyakitkan, tapi gue rasa gak akan terlalu menyakitkan kalau kita bisa mengambil sisi positifnya. 

Sisi positif? Emang ada?

Ada...

Kayaknya.

Yaudah, biar percaya, simak aja sisi positif yang dapat kita ambil saat terjebak friendzone:


1. Banyak Teman Banyak Rezeki

Ada pepatah yang mengatakan banyak teman banyak rezeki. Serius, ini bukan omong kosong. Contoh simpelnya, saat keadaan darurat dan gak punya uang. Ban bocor, misalnya. Yang punya banyak teman tentu gak akan terlalu khawatir. Tinggal telpon teman, pinjam uangnya, dan kelar masalah. Tapi, ya, akan tetap menjadi masalah kalau punya teman pelit.

Begitupun dengan mantan calon pacar yang sudah terlalu nyaman menjadi teman. Jangan sia-siakan mereka. Jangan sakit hati dan membuangnya begitu saja seperti gelas minuman ale-ale yang bertuliskan "coba lagi". Suatu saat, entah kapan, kalian pasti akan saling membutuhkan.

Ya, intinya, semakin banyak teman semakin banyak tempat untuk minjem uang. Tapi tentu harus tahu diri! Balikin kalo minjem!

2. Friendzone Lebih Baik Dari Ojekzone

Pernah ngalamin dihubungi cuma buat minta antar jemput? Kalau gak dibutuhin, dilupain gitu aja? Kalau pernah, miris banget nasib lo. Walaupun beberapa di antara kalian mungkin merasa senang karena bisa ketemu si dia, tapi sadarlah, dia cuma memanfaatkan jok kosong yang kamu punya. Iya, kamu. Masa aku? Ahay~

Terjebak friendzone jelas lebih manusiawi dari itu. Teman ada untuk saling membantu, ada di saat senang maupun susah, bukan hanya untuk dimanfaatkan semata. Maka berbahagialah wahai kamu yang terjebak dalam situasi ini, karena friendzone sejatinya tidak semengerikan ojekzone. Nikmati saja, dan sebaiknya sadarkan mereka yang masih terjebak dalam ojekzone.

3. Jadiin Tempat Curhat Aja

Nggak ada salahnya menjadikan dia sebagai tempat curhat. Udah terlanjur deket walau gak sampe jadian, gue rasa akan sangat mubadzir kalau ditinggalin begitu saja. Ya, gak ada salahnya menjadikan dia yang awalnya gebetan, tapi gagal jadian, terus jadi tempat curhat, dan akhirnya sahabatan sampai akhir hayat, walaupun hati terasa tersayat.

Seiring dengan seringnya curhat-curhatan, lambat laun dia pasti akan sangat terbuka sama kamu. Dia akan cerita semuanya. Lagi deket sama siapa, kemarin jalan sama siapa, ke mana, semalam berbuat apa, dan lain sebagainya. Kemungkinan besar, secara gak sadar dia akan ngasih tahu segala hal tentang dirinya, apa yang bikin dia senang, apa yang dia gak suka, pasangan seperti apa yang dia mau, dan tentu perlakuan seperti apa yang dia inginkan.

Di sinilah kesempatan ke-sekian muncul. Kamu bisa nunjukin kalau kamulah yang tepat untuk dia. Kamu yang terbaik, seperti apa yang dia inginkan, dan tunjukin kalau orang yang lagi deket sama dia gak ada apa-apanya dibanding kamu. Pokoknya gitu.

4. Bisa Lebih Bersikap Apa Adanya

Ketika pdkt, setiap orang pasti akan menunjukan sikap yang baik-baik aja. Gue rasa hal itu gak baik buat hubungan ke tingkat selanjutnya. Nantinya, kekecewaan bisa muncul ketika tahu ternyata orang yang lagi dideketin suka nyemilin upil. Ekspektasi hancur seketika. Tapi, ketika jadi teman (walaupun nyesek karena cuma status itu yang bisa didapat), kita bisa bebas menjadi diri sendiri tanpa perlu takut penilaian negatif dari si dia. Bukankah ini lebih menyenangkan, bisa dekat dengan orang yang disayang tanpa harus menjadi orang lain?

Percaya atau tidak, sikap apa adanya bisa membuat seseorang terlihat lebih menarik. Udah, percaya aja.

Seiring dengan kedekatan yang terjalin, berharap aja si dia khilaf dan jadi tertarik sama kamu dengan sikap apa adanya yang kamu tunjukin, bukan sikap manusia yang sok-sok manis nahan kentut demi mendapat penilaian positif. Pada dasarnya, cinta sesungguhnya datang karena terbiasa, apa adanya, ketulusan, dan ridho dari Tuhan.

5. Bisa Tetap Dekat Walaupun Tidak Pacaran

Mungkin ini bagian terbaiknya. Gak perlu jadi pacar buat bisa dekat. Gak perlu status pacaran buat bisa jalan berduaan. Ya, tu juga kalau dia mau.

Akan sangat rugi kalau ada orang yang ninggalin gebetannya dulu setelah ditolak. Walaupun terjebak friendzone itu nyesek, setidaknya dengan status teman, kamu bisa belajar apa artinya ketulusan, kesempurnaan cintaaaaaa... uwowoouuwooooo...

Selama masih bisa deket, masih sayang, status mah masalah belakangan.


Terjebak friendzone memang nggak enak. Nyesek. Iya, kan? Udah, ngaku aja. Tapi, tentu berteman lebih baik daripada musuhin si dia karena sakit hati gara-gara ditolak. Apa salahnya menjadi teman? Menjalin silaturahmi itu baik. Bikin panjang umur. Lagipula, dalam setiap masalah pasti ada sisi positif dan pelajaran yang dapat dipetik. Untuk masalah ini, pelajaran berharganya adalah: pasti ada celah buat bikin dia berubah pikiran, muehehehe...

Sekian.

Jangan lupa bahagia :)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

14 komentar

komentar
6 March 2016 at 01:30 delete

Jadi bisa buat tempat minjem duit. Anjir lah pikiran lo ji. :))

Reply
avatar
10 March 2016 at 20:52 delete

Nggak. Cuma lagi punya temen yang kena friendzone. Kasian dia.

Reply
avatar
11 March 2016 at 16:52 delete

Yg nomor 3 gue bgt.. Cuma jadi bahan curhatan gebetan.. Aaaah.. Sialan. Ehehe

Reply
avatar
11 March 2016 at 22:58 delete

Yang sabar, Broh... bhahahaha....

Reply
avatar
14 March 2016 at 10:56 delete

Wah betul mas semua, Terutama yang no.5 itu pernah saya alami, hehehhe.

Reply
avatar
18 March 2016 at 19:41 delete

Wah, ini blognya Aji temennya si Keribo ya... Kayaknya baru ke sini. Bookmark ah, tulisannya asik :)))

Reply
avatar
18 March 2016 at 21:18 delete

Ya... diubek-ubek juga boleh :)

Reply
avatar
20 March 2016 at 22:27 delete

Ini pengalaman pribadi banget ya? Ga mungkin cerita temen bisa se-menghayati ini tulisannya :v

Keep posting yo ji jgn lama2 updetnya :D

Reply
avatar
20 March 2016 at 22:28 delete This comment has been removed by the author.
avatar