Yang Terjadi Setelah Lulus Sekolah

Masa-masa sekolah adalah masa yang paling menyenangkan. Di masa itu semua terasa mudah dan dianggap mudah. Istilah kerennya, nggak mau diambil pusing. Terserah kalau ada yang nggak setuju. Setidaknya itu yang gua rasakan.

Gue merasa sekolah seperti tempat bermain bertingkat; beda tingkat, beda seragam. Kita hanya disuruh menyelesaikannya, nggak peduli gimana caranya; santai, serius, sangat serius, atau sambil coba-coba jadi anak nakal. Dan kebanyakan hasilnya adalah lulus bareng-bareng, nggak peduli pakai cara yang mana. Memang terkesan nggak adil, dan akan tetap terasa nggak adil kalau sampai ada yang nggak lulus bareng-bareng. Masuk bareng, keluar juga harus bareng. Itulah kenyataannya. Iya, gak?

Di sekolah, gua bukanlah murid yang menonjol. Pinter banget ya nggak, bodoh banget ya jangan sampai. Gue lebih senang berada di kelompok kecil. Terkadang suka bengong gak jelas. Suka ngerusuh gak jelas. Suka asik sendiri. Duduk di pojokan kelas sambil merhatiin teman-teman. Terkadang juga suka sok asik. Dan akhirnya, entah kenapa malah di-cap orang pe’a. kan ngeselin. Bukan hanya itu, nggak jarang karena sifat gue yang suka tiba-tiba pengin sendiri dan lagi nggak pengin ngobrol, gue merasa nggak berguna dan nggak dianggap. Keberadaan gue seakan tidak terdeteksi. Ada atau nggak ada gue di kelas, nggak akan berpengaruh terhadap apapun. Walaupun begitu, masa sekolah tetap terasa asik-asik aja. Rasanya tetap berkesan. Bahkan terkadang pengin balik lagi ke sana.


Waktu masih sekolah, banyak di antara teman-teman gue yang pengin cepat-cepat lulus. Sekolah bagai penjara paruh waktu. Gak bebas. Membosankan. Dan akhirnya bolos menjadi pilihan. Terkadang gue juga merasa begitu, walaupun nggak sampai bolos. Paling cuma males berangkat. Tapi setelah lulus, waktu sekolah yang dulu terasa membosankan, sekarang malah terasa menyenangkan kalau diingat-ingat lagi. Ngangenin. Indah. Sial. Absurd. Konyol. Ngenes. Kesal. Sebal. Kecewa. Gembira. Semua itu terbungkus menjadi satu dalam ruang bernama kenangan, dan terkunci oleh sebuah kata “Tidak bisa terulang”. Walaupun bisa terulang, tentu rasanya nggak akan sama.

Dan pada akhirnya kelulusan menjadi tokoh protagonis sekaligus antagonis. Ada yang senang karena perjuangannya selama ini nggak sia-sia. Ada yang sedih karena tau mulai dari sini nggak bisa berjalan beriringan lagi. Dan, ada juga yang menyesal karena nggak sempat nembak gebetan. Gebetan teman. Gebetan teman yang ternyata udah punya pacar. Intinya, menyesal karena nggak sempat nikung pacar orang.

Lalu, setelah lulus apa yang terjadi? Gimana kelanjutannya?

Oke, sekarang saatnya kemampuan sok tau gue menjawab semuanya. Semoga dapat diterima.


1. Menentukan Pilihan Hidup

Baru pertama udah berat ya hehe...

Yup, mau nggak mau, hal pertama yang harus dihadapi setelah lulus adalah pilihan hidup. Mau kemana? Mau ngapain?

Kalau dulu mau ngapa-ngapain masih selalu bergantung sama keputusan orang lain, kayaknya mulai sekarang nggak bisa begitu. Mulai sekarang harus berani ngambil keputusan. Pilih apa yang harus dipilih, bukan memilih yang banyak dipilih, apalagi bergantung sama pilihan orang lain.

Jujur, setelah lulus sekolah, gue nggak tau mau ngambil kuliah jurusan apa. Yang ada di pikiran gue: pokoknya harus kuliah, gak peduli di mana. Dan akhirnya, gue ngikutin teman. Sekarang gue kuliah kayak ikan mati: ngikutin arus, berharap arus itu akan membawa gue ke jalan yang benar. Menyesal? Percuma. Gak akan merubah apa-apa.

Bukan cuma kuliah atau melanjutkan sekolah. Ada dua pilihan lain yang sama-sama menjadi favorit setelah lulus: Kerja dan Menikah.

Gak ada yang salah sama dua pilihan itu, dan nggak ada yang berhak menyalahkan atas pilihan tersebut. Satu-satunya kesalahan adalah menjalaninya tidak sepenuh hati. 

Kalau gue boleh ngasih saran, mendingan pilih kuliah sambil kerja bareng pasangan hidup. Ya, itu juga kalau udah punya pasangan haha...

Intinya, setelah lulus akan ada banyak pilihan-pilihan yang harus ditentukan sendiri. Jangan terlalu bergantung sama pilihan orang lain. Nanti nyesel.


2. Teman Baru Datang, Teman Lama Pergi

Gue pernah mengalami kejadian yang bikin melongo. Waktu itu gue lagi main sama teman-teman SMP. Makan roti di pinggir jalan sambil berharap ada cewek khilaf ngajak pacaran. Tapi, nyatanyanya nggak ada. Kami malah bosan. Akhirnya kami memutuskan untuk nyamperin teman lainnya, biar tambah ramai. Entah karena muka gue yang udah menyerupai om-om mesum atau karena faktor lain, teman yang sengaja kami samper itu hanya salaman dengan kami, lalu pergi begitu saja menuju teman-temannya. Seperti bukan ketemu teman lama yang waktu masih sekolah dulu akrab. Gue merasa dia berubah. Kami seperti nggak saling kenal.

Gue berfikir, mungkin itu salah satu resiko setelah lulus sekolah. Teman yang dulunya akrab bisa berubah menjadi orang lain.

Ketika lulus, kita bergerak menuju lingkungan baru (kuliah, kerja, nikah, pindah, dll.), ketemu orang baru dan pergaulan bertambah luas. Namun, resiko dari semua itu adalah teman lama menjadi terlupakan. Ketika ketemu teman baru, teman lama bisa menjadi pilihan ke-dua, ke-tiga atau bahkan nggak dipilih sama sekali dan dilupakan begitu aja. Di situ gue jadi tau, ternyata ada teman yang benar-benar teman dan ada teman yang cuma musiman.


3.   Kangen Sekolah

Mungkin bukan sekolahnya yang dikangenin, melainkan masa-masa di sekolah. Kangen bosennya ngedengerin guru. Kangen bercandanya teman-teman di kelas. Kangen rusuhnya kelas kalau lagi gak ada guru. Kangen deg-degannya saat merhatiin seseorang dari jauh. Pokokya banyak hal yang dulu dirasa ngebosenin, karena setiap hari dilakauin, nantinya akan dikangenin.

Dan satu lagi, gue yakin pasti ada guru yang selalu diomongin saat lagi ngumpul. Entah yang paling baik, ataupun yang paling ngeselin. Semua itu ujung-ujungnya akan menjadi tawa. Tahukah kalian kalau itu tandanya kalian kangen sama guru? 

Iya, gue emang sok tau.

Manusia memang begitu, baru merasa kangen kalau udah nggak kelihatan. Baru merasa kehilangan ketika udah nggak bisa menjangkaunya lagi.


4.   Susah Ngumpul

Setelah lulus, reuni atau sekedar ngumpul sama teman-teman dekat akan terasa sulit. Percayalah. Waktu yang udah nggak sama lagi menjadi penyebabnya. Misalnya, gue bisa, lu yang gak bisa. Kita bisa, dia yang gak bisa. Kalian bisa, gue gak diajak. Begitulah kira-kira.

Kesibukan masing-masing orang akan berbeda-beda setelah lulus nanti. Ada yang sibuk kuliah, ada yang sibuk kerja, dan ada juga yang sibuk kedua-duanya. Titik temu di waktu sama-sama kosong terasa sangat jarang. Dan pada akhirnya, kalau udah susah ketemu, semua akan menjauh dan beralih bersama dunia dan teman-teman barunya yang memiliki waktu yang sama. Hal ini juga bisa menyebabkan poin nomor 2 muncul. Teman baru datang, teman lama pergi.


Setelah lulus sekolah, begitulah yang terjadi. Apa yang dulu bisa dilakuin, mungkin akan terasa sulit diulang, atau malah nggak akan bisa terulang. Ada yang datang dan ada yang pergi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

12 komentar

komentar
12 April 2015 at 06:39 delete

Dan bingung mau ngelanjutin ke mana. Juga banyak perasaan labil lainnya tentang jati diri. Begitulah ahhaa

Reply
avatar
13 April 2015 at 17:08 delete

Iya udah gak sekolah, mikirin kerja yang mapan dan seseorang untuk dinikahi. kadang kerjaan dapat, calon istri gak ada. calon istri ada, kerjaan belum dapet. pas calon istri ada, kerjaan ada, kitanya yang udah gak ada.

Reply
avatar
13 April 2015 at 17:46 delete

selamat menikmati masa masa ityuuu

Reply
avatar
13 April 2015 at 20:40 delete

yes, true story banget ya. susah ngumpul, seperti gue yg susah untuk diajak reuni sd.
sering kali gue merasa sekolah itu membosankan, tapi udah gue ubah pandangan itu.
gue jadi lebih pingin bersyukur dan menikmati masa2 sekolah...

Reply
avatar
13 April 2015 at 22:01 delete

Tentnag jadi diri harus ke mana emang selalu membuat kepuyengan tersendir. Kadang malah kitanya bingung harus mulai dari mana.

Soal harus ke mana. Pilih yang terbaik aja. Kalo banyak, pilih yang menjanjikan. Simple. :D

Reply
avatar
14 April 2015 at 10:00 delete

poin terakhir tepat sekali,setelah lulus ngumpul jadi susah karena sudah memiliki kesibukan masing-masing :(

Reply
avatar
15 April 2015 at 07:37 delete

kalo gitu.... apa gue ga usah lulus aja tahun ini? *kemudia sadar gue masih kelas 11* haha

Reply
avatar
abe
2 May 2015 at 15:29 delete

bingung lah yah gan hahahhaha

Reply
avatar
25 June 2015 at 04:51 delete

*jadi kepikiran*
baru baja dan postingannya asik uuuuu.. salam kenal :D

Reply
avatar
15 March 2018 at 11:54 delete

Ijin share pak... kaya nemu harta karun yang terpendam. Hehehe

Reply
avatar